Medikacare

Bahaya Sahur Hanya Makan Mi Instan, Ini yang Terjadi pada Tubuh Anda

Bahaya Sahur Hanya Makan Mi Instan, Ini yang Terjadi pada Tubuh Anda
Bahaya Sahur Hanya Makan Mi Instan, Ini yang Terjadi pada Tubuh Anda Sahur dengan mi instan memang terasa sangat membantu ketika rasa kantuk masih berat dan waktu terbatas. Namun, perlu diperhatikan bahwa mi instan umumnya mengandung karbohidrat sederhana yang dapat meningkatkan energi dengan cepat, tetapi juga membuatnya cepat menurun sebelum waktu siang. Selain itu, kandungan garam yang cukup tinggi dapat memicu rasa haus berlebihan selama berpuasa. Jika diibaratkan, tubuh yang harus beraktivitas seharian membutuhkan bahan bakar berkualitas agar dapat bekerja secara optimal. Oleh karena itu, apabila memilih mi instan sebagai menu sahur, sebaiknya tambahkan sumber protein seperti telur serta sayuran agar kebutuhan gizi lebih seimbang dan stamina tetap terjaga hingga waktu berbuka. Inilah penjelasan tentang apa yang terjadi pada tubuh Anda jika hanya mengonsumsi mi instan saat sahur: 1. Lonjakan Gula Darah dan Rasa Lapar yang Cepat Datang Mi instan terbuat dari tepung terigu olahan yang termasuk dalam kategori karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi. Saat Anda memakannya, tubuh akan memecah makanan tersebut menjadi gula secara instan, sehingga terjadi lonjakan energi yang cepat. Namun, lonjakan ini akan diikuti dengan penurunan kadar gula darah yang drastis (insulin spike). Akibatnya, hanya dalam waktu 3 hingga 4 jam setelah imsak, Anda akan mulai merasakan lemas, pusing, dan rasa lapar yang hebat. Ini berbeda jauh jika Anda mengonsumsi karbohidrat kompleks (seperti nasi merah atau gandum) yang memberikan energi stabil sepanjang siang hari. 2. Risiko Dehidrasi Akibat Kadar Natrium yang Tinggi Satu bungkus mi instan mengandung kadar natrium yang sangat tinggi, bahkan terkadang mendekati batas maksimal konsumsi harian orang dewasa. Natrium bersifat menarik cairan dari sel-sel tubuh. Ketika kadar garam dalam darah meningkat, otak akan mengirimkan sinyal rasa haus yang kuat untuk menyeimbangkan cairan tersebut. Masalahnya, saat berpuasa Anda tidak bisa minum di siang hari. Kondisi ini membuat tenggorokan terasa lebih kering dan tubuh menjadi lebih cepat merasa lelah akibat dehidrasi ringan yang dipicu oleh kandungan bumbu mi instan yang tajam. 3. Gangguan Pencernaan dan Perut Begah Mi instan mengandung bahan pengawet seperti TBHQ (tertiary butylhydroquinone) yang membuat teksturnya sulit dicerna oleh lambung. Dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa mi instan masih berbentuk utuh di dalam perut bahkan setelah dua jam dikonsumsi. Selama puasa, sistem pencernaan bekerja lebih lambat. Mengonsumsi makanan yang sulit dicerna saat sahur dapat menyebabkan perut terasa begah, kembung, hingga memicu asam lambung naik (heartburn) di siang hari, yang tentu akan mengganggu kenyamanan ibadah dan aktivitas kerja Anda. 4. Kurangnya Nutrisi untuk Pertahanan Tubuh Puasa seharusnya menjadi momen detoksifikasi, namun jika asupan nutrisinya hanya berupa kalori kosong dari mi instan, sistem imun tubuh bisa menurun. Tanpa adanya protein untuk perbaikan sel dan serat untuk kesehatan usus, tubuh akan lebih rentan terserang flu atau radang tenggorokan selama bulan Ramadan. Mi instan tidak memberikan vitamin dan mineral yang dibutuhkan jantung serta otak untuk tetap fokus selama bekerja di tengah kondisi perut kosong.

Artikel Lain

Ikan Gabus Bisa Mempercepat Penyembuhan Luka ? - Medikacare
Ikan Gabus Bisa Mempercepat Penyembuhan Luka ? - Medikacare
Ikan Gabus Si Pemakan Segala dan dapat bernafas di Udara - Medikacare
Ikan Gabus Si Pemakan Segala dan dapat bernafas di Udara - Medikacare
Cara mengatasi hemoroid - Medikacare
Cara mengatasi hemoroid - Medikacare
Cara mengatasi infeksi luka pasca operasi caesar - Medikacare
Cara mengatasi infeksi luka pasca operasi caesar - Medikacare
No comments yet. Be the first to comment!

Format: JPG, PNG, GIF. Maksimal 2MB